<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602</id><updated>2011-07-08T00:14:54.841-07:00</updated><category term='Islami'/><category term='Motivasi'/><category term='Renungan'/><title type='text'>Warnaku... Duniaku..</title><subtitle type='html'>Lembaran-lembaran Kisah Penuh Hikmah dan Kaya Manfaat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-6271226493832719096</id><published>2009-11-30T15:57:00.001-08:00</published><updated>2009-11-30T15:57:27.942-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Apa yg Harus Saya Lakukan...??</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, ia  didatangi seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.  Langkahnya gontai dan wajahnya kusam. Keadaan tubuhnya tak karuan. Ia  seperti sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat menyusahkan  hatinya. Begitu bertemu dengan si orang tua yang bijak, ia segera  menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua yang  bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Begitu tamunya selesai  bertutur, ia lalu mengambil segenggam garam dan segelas air.  Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba,  minum ini, dan katakan bagaimana rasanya,” ujar Pak Tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asin….,  asin sekali,” jawab anak muda itu sambil meludah ke samping.&lt;br /&gt;Pak Tua  tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan-jalan di hutan sekitar  rumahnya. Kedua orang itu berjalan di hutan sekitar rumahnya. Kedua  orang itu berjalan berdampingan. Setelah melakukan perjalanan cukup  lama, akhirnya mereka tiba di tepi sebuah telaga yang tenang. Pak Tua  itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan  sepotong kayu, ia mengaduk air telaga sehingga sebagian airnya terciprat  membasahi wajah anak muda itu.&lt;br /&gt;“Sekarang, coba ambil air dari telaga  ini dan minumlah!” ujar Pak Tua kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu menuruti  apa yang diminta Pak Tua. Ia segera meminum beberapa teguk air telaga.  Begitu tamunya selesai mereguk air, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana  rasanya?”&lt;br /&gt;“Segar!” sahut anak muda itu.&lt;br /&gt;“Apakah engkau bisa  merasakan garam di dalam air itu?” tanya Pak Tua lagi.&lt;br /&gt;“Tidak,” jawab  si anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bijak, Pak Tua menepuk-nepuk punggung si  anak muda. Lalu ia mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping  telaga itu.&lt;br /&gt;“Anak muda, dengarkanlah ucapanku. Pahitnya kehidupan  yang engkau rasakan seperti segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu  sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan  sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu tergantung  dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan  tergantung pada hati kita. Jadi ketika engkau merasakan kepahitan dan  kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa engkau lakukan untuk  mengatasinya. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskan hatimu  untuk menampung setiap kepahitan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua itu kembali  menambahkan nasihatnya, “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah  tempat itu. Qalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan  jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu  meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan  kebahagiaan. “&lt;br /&gt;Keduanya beranjak meninggalkan tepian telaga. Mereka  sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali  menyimpan segenggam garam untuk anak muda yang lain, yang sering datang  padanya untuk meminta nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diambil dari Sabili No.24 Th.IX)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-6271226493832719096?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/6271226493832719096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/apa-yg-harus-saya-lakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/6271226493832719096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/6271226493832719096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/apa-yg-harus-saya-lakukan.html' title='Apa yg Harus Saya Lakukan...??'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-5826299419275647016</id><published>2009-11-29T18:05:00.001-08:00</published><updated>2009-11-29T18:05:49.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Selembar Bulu Mata</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang  diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk  berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan  bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Tetapi  saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu  sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke  kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai  seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.  Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di  sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu." "Inilah saksi-saksi itu,"  ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yang memandangi."  Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan." Hidung pun tidak  ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku, "Saya yang merayu."  Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya yang  meraba dan meremas." Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika  ketahuan." "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan  kesaksian tentang perbuatan aibmu itu, ucap malaikat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang  tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat  berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam.  Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala  ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yang  amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat  sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja,  menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah  dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali  perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada  seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja  yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman  api neraka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil  sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya  dengan air mata penyesalan." Dengan kesaksian selembar bulu mata itu,  orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke syurga. Sampai  terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Lihatlah,  Hamba Tuhan ini masuk syurga karena pertolongan selembar bulu mata."  (atas rahmat Allah) Sungguh Allah Maha Pemberi Karunia....        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-5826299419275647016?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/5826299419275647016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/selembar-bulu-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/5826299419275647016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/5826299419275647016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/selembar-bulu-mata.html' title='Selembar Bulu Mata'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-5246837883222050204</id><published>2009-11-29T17:54:00.001-08:00</published><updated>2009-11-29T17:54:58.024-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Seputar Permasalahan Yang Sering Terjadi Dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KENAPA AKU DIUJI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka  dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak  diuji lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang  sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang  benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang  dusta"[Al-Ankabut: 2-3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU  IDAM-IDAMKAN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia  amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal  ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"  [Al-Baqarah: 216]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KENAPA UJIAN SEBERAT INI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Allah tidak  membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya“ [Al-Baqarah:  286]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;RASA FRUSTASI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Janganlah kamu bersikap lemah, dan  janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang  paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” [Ali  Imran: 139]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Hai  orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu  dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah  kepada Allah, supaya kamu beruntung. “ [Al-Imran: 200]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Jadikanlah  sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu  sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” [Al-Baqarah: 45]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;APA  YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli  dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga  untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh  atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam  Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya  (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah  kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. [At-Taubah: 111]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KEPADA  SIAPA AKU BERHARAP?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"…Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan  selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang  memiliki ‘Arsy yang agung." [At-Taubah: 129]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;AKU SUDAH TAK DAPAT  BERTAHAN LAGI!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat  Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum  yang kafir." [Yusuf: 87]       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-5246837883222050204?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/5246837883222050204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/seputar-permasalahan-yang-sering.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/5246837883222050204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/5246837883222050204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/seputar-permasalahan-yang-sering.html' title='Seputar Permasalahan Yang Sering Terjadi Dalam Hidup'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-2928241321515793023</id><published>2009-11-29T17:46:00.002-08:00</published><updated>2009-11-29T17:48:07.701-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Lihatlah! Orang Amerika itu masuk Islam karena senyuman!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kejadian ini dituturkan oleh seorang praktisi dakwah yakni Syaikh Nabil  al-Audhi, dalam sebuah seminar yang bertajuk ,"Kisah-Kisah dari Kejadian  Nyata." Beliau berkata,"Salah seorang pendakwah menceritakan kisahnya,  ia bertutur, 'saat berada di Amerika untuk memberikan ceramah dalam  sebuah seminar. Di tengah-tengah acara berlangsung, tiba-tiba sesorang  berdiri dan memutus perkataan saya. Dia berkata, 'Tuan, orang ini  menyatakan dua kalimat syahadat', seraya berisyarat ke arah seorang  warga Amerika yang duduk di sampingnya. Saya berucap spontan,  "Allahuakbar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang Amerika itu mendekati saya di hadapan sekian  benyak hadirin. Aku bertanya kepada dia, "Apa yang menjadikan kamu  mencintai Islam dan membuat kamu ingin memasukinya?!" Dia menjawab,  'Saya ini adalah seorang milyuner dengan harta berlimpah dan memiliki  banyak perusahaan, akan tetapi selama ini saya tidak pernah merasa  bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya mempunyai seorang karyawan yang berasal dari India  dan beragama Islam. Karyawan saya itu mendapatkan gaji yang sedikit,  tetapi setiap kali menjumpainya, saya selalu melihatnya teresenyum.  Padahal saya yang memiliki harta yang berlimpah, selam ini tidak pernah  tersenyum. Saya katakan kepada diri saya sendiri,"Mengapa aku yang punya  harta berlimpah dan menguasai perusahaan ini tidakdapat tersenyum,  sedangkan si orang fakir yang tak punya apa-apa ini malaha bisa  tersenyum."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari saya mendatanginya dan bertanya,'Aku ingin  duduk satu majelis dengan kamu.' Kemudian, saya bertanya kepadanya  tentang kebiasaannya yang senantiasa tersenyum. Dia menjawab pertanyaan  saya dengan ucapannya,'Karena saya ini seorang muslim. Saya bersaksi  bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad  adalah utusan Allah.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku bertanya kepadanya,'Apakah itu berarti  bahwa setiap muslim akan senantiasa tersenyum behagia sepanjang hari?'  Dia menjawab,'Ya.' Aku bertanya, 'Bagaimana itu?!' Dia menjawab,' Kami  mendengar sebuah hadits dari Nabi Muhammad...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Sangat menakjubkan  urusan orang mukmin itu. Sesungguhnya semua urusannya selalu berakibat  baik baginya. Apabila dia mengalami kesusahan, dia bersabar, maka sikap  itu menghasilkan kebaikan baginya. Apabila dia mendapatkan kesenangan,  dia bersyukur, maka sikap itu pun membawa kebaikan baginya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal  yang kami temui setiap hari hanyalah berkisar di antara kesenangan dan  kesusahan. ketika kesusahan menerpa, maka itulah saatnya bagi kami untuk  bersabar karena Allah ta'ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sedangkan taktala kesenangan menyapa,  mak itulah saatnya bagi kami untuk bersyukur kepada Allah ta'ala.  Sehingga seluruh kehidupan kami hanyalah bahagia dan bahagia."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya  berkata kepada karyawan saya,'Aku ingin masuk ke dalam agama ini.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dia  berkata, 'Bersaksilah bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan bahwa  Muhammad itu utusan Allah.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Audhi mengulangi cerita syaikh  pendakwah itu, seraya berkata sesuai dengan yang diucapkan oleh syaikh  itu, "Saya katakan kepada orang Amerika itu di hadapan orang banyak.  Ucapkanlah dua kalimat syahadat. Kemudian, syeikh itu menuntun orang  Amerika itu untuk mengucapkan syahadat, hingga akhirnya dia berkata  dengan keras di hadapan hadirin, &lt;i&gt;"Asyhadu an laa ilaaha  illallaah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seketika  itu orang Amerika itu menangis dengan keras dan tersedu-sedu di hadapan  semua orang. Ada seseorang di anatara mereka yang membujuknya untuk  berhenti menangis, tetapi syeikh itu mencegahnya seraya berkata,  'Biarkan ia menangis!' Ketika tangisan panjang orang Amerika itu sudah  mulai reda, sang syeikh bertanya kepadanya, 'Apa yang menyebabkan kamu  menangis?' Laki-laki dari Amerika itu menjawab, "Demi Allah, dadaku  dimasuki kegembiraan yang belum pernah kurasakan sepanjang hidupku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;Kisah  di atas memberikan sebuah pengertian bahwa senyuman mampu memengaruhi  orang lain dan menembus hati mereka. Berapa banyak kejujuran muncul  disebabkan oleh senyuman ekspresif dan tawa yang jujur. Dan yang paling  menakjubkan adalah kekuatan syahadat yang dapat membasahai kalbu  seseorang yang telah gersang karena tak ada siraman iman kepada Allah  dan Rasulnya. Inilah ISLAM yang begitu indah. Agama yang sangat mengatur  setiap segi kehidupan. Agama yang menenangkan jiwa yang hampa. Agama  yang sangat mencintai keindahan. Agama yang mengatur dengan jelas antara  Haq dan Bathil.. Subhanallah.. Proud to be a Muslim!  ALLAHUAKBAR!!!&lt;/i&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-2928241321515793023?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/2928241321515793023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/lihatlah-orang-amerika-itu-masuk-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/2928241321515793023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/2928241321515793023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/lihatlah-orang-amerika-itu-masuk-islam.html' title='Lihatlah! Orang Amerika itu masuk Islam karena senyuman!'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-3601390808400143978</id><published>2009-11-29T17:46:00.001-08:00</published><updated>2009-11-29T17:46:41.304-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Menangislah, Karena Bidadari Itu Terlalu Mulia Untukku...</title><content type='html'>Hari ini ia sengaja datang ke kampus lebih pagi. Selain karena tak ingin  terlambat di kuliah pertama, ia ada janji bertemu dengan Ustdz. Faridz  di musholla kampus. Dia tegakkan dua rakaat shalat Tahiyatul Masjid,  disusul dengan 4 rakaat shalat Dluha. Lalu dia tengadahkan tangan  melantunkan doa.&lt;br /&gt;Dia menyambung ibadah paginya dengan tilawah tartil  sambil menunggu Ustdz. datang. Seorang kawan menghampirinya. Dia tutup  tilawahnya setelah menyelesaikan satu pojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum Akh  Ilham…” sapa sang kawan ramah.&lt;br /&gt;“Waalikumussalam warahmatullah… apa  kabar akhi?” jawabnya sambil tak lupa bertanya kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah  ana bikhoiir… antum sendiri gimana? Kabarnya udah siap nikah nih…” mata  sang kawan mengerling menggodanya. Dia cuma tersenyum, tak berniat  menanggapi gurauannya.&lt;br /&gt;“Akh, di sini ada bidadari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari?  Darahnya berdesir. Ah, bidadari, kesannya indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sini, ana  tunjukkan orangnya. Ini akhwat luar biasa, anak kedokteran, prestasinya  brilian, aktivis kampus, ketua pembinaan dan kaderisasi akhwat,  akhlaknya mengagumkan, ibadahnya tak diragukan. Dia pembina adik ane.  Cocok banget sama antum!” kawannya menjelaskan panjang lebar, membuatnya  penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, telunjuknya mengarah ke sosok seorang akhwat.  Tak lama, yang dibilang bidadari itu sudah terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya  Allah… itu yang dibilang bidadari? Mana ada bidadari hitam legam? Yang  kubaca dalam Ibnu Katsir, bidadari itu cantik sekali, kulitnya putih  transparan seperti putih telur. Eh, mana ada di dunia yang begitu ya..  paling ga, kuning langsatlah. Masa black begitu. Black sweet sih masih  banyak yang mau, ini aku belum lihat sweetnya.” Dia menggerutu dalam  hati. Tak berminat meneruskan percakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akh, ane ke  perpustakaan dulu yaa.. bidadari itu, buat antum aja.” Dia berpamitan.&lt;br /&gt;“lho…  sama ane mah ga sekufu akh!”&lt;br /&gt;“Ya udah, assalamualaikum.” Ilham  beranjak meninggalkan kawannya. Baru beberapa langkah, seorang marbot  memanggilnya. Dan menyerahkan amplop putih titipan dari Ustdz. Faridz.  Ustdz tidak bisa datang, makanya amplop itu ia titipkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm…  ini biodata akhwat yang dijanjikan Ustdz.” langkahnya mantap menuju  perpustakaan, tempat paling aman untuk membuka dan membaca biodatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  duduk di sana, mengatur nafasnya yang terengah, bukan karena capek,  tapi sibuk menahan deburan dalam dada. Perlahan dia membuka amplop itu,  sengaja ia tinggalkan selembar foto di dalamnya, dia akan melihatnya  nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bismillahirrahmaanirrahiim… “ dia kuatkan hati membaca  susunan huruf demi huruf dalam biodata. “Akhwat luar biasa, usianya, dua  tahun dibawahku, lumayan, lebih muda. Pendidikan, kedokteran umum XX  &lt;edited&gt; (sedang koas), Alhamdulillah… ayah dan ummi pasti senang  sekali. Sepertinya pas untukku.” Gumannya bahagia. Dia berbunga-bunga.  Lalu, diambilnya selembar foto di dalam amplop, ah… sebentar, biar  kutenangkan diri… Bismillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… kenapa akhwat ini?? Keluhnya.  Bunga-bunga yang tadi bermekaran luruh satu persatu, beterbangan diterpa  angin. Lunglai tubuhnya seolah tak bertenaga. Sesak memenuhi rongga  dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa akhwat ini yang disodorkan padaku? Dia kembali  mengeluh. Terbayang kembali akhwat berkulit legam dan sama sekali tidak  cantik menurut ukurannya. “Semoga ia bukan jodohku..” doanya lancang.  Ustadz… masa sih nyariin aku kayak gini? Kalau kayak gini sih.. aku juga  bisa nyari sendiri. Congkak mulai merasuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkannya  selembar foto. Foto diri yang sangat dibanggakan. Dia menatap mata elang  yang mengagumkan. Hidung yang mancung, bentuk muka yang menawan.  “Apakah salah jika aku menginginkan akhwat sholihah yang cantik?” Dia  mendesah resah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Memang Bidadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham berusaha  menyerahkan semua keputusan pada Allah. Ia akan berikhtiar dengan wajar  dan berdoa dengan kesungguhan. Walau ia belum punya kemantapan namun ia  akan mengosongkan perasaan buruk di hatinya. Ia akan berangkat dengan  perasaan netral. Ia ingin semua langkah dimulai dengan kebersihan hati,  kelurusan niat, ketergantungan yang besar pada Allah, dan kesungguhan  ikhtiar. Ia tak ingin mengedepankan nafsu apalagi diiringi segala  penyakit yang mengusamkan kalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taaruf yang ia jalani, bersama  ukhti Dede -----nama akhwat yang disodorkan Ustdz. Faridz----- sangat  wajar dan biasa saja. Ia didampingi Ustdz. Faridz, sedangkan Dede  didampingi istri beliau. Komunikasi berjalan dengan baik, penyatuan  persepsi lancar, pengungkapan kondisi keluarga dan latar belakangnya  juga lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham merasakan ada yang menarik hatinya. Wajah  berkulit hitam itu memendarkan cahaya. Benar kata adiknya, jika  berbicara sedap dipandang dan didengar. Inilah relativitas kecantikan,  meski ada kecantikan yang diakui semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham sempat  deg-degan dan merasa was-was ikhtiarnya akan gagal ketika orangtua Dede  mengujinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abah sudah dengar tentang kebaikan akhlak dan  aktivitasmu. Sekarang Abah ingin mendengar langsung bacaan Quranmu. Abah  tak akan menyerahkan putri Abah pada seseorang yang tidak bagus bacaan  Qurannya.” Begitulah ujiannya. Alhamdulillah semua lancar dan ia  diterima meski banyak catatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tibalah waktu yang dinanti.  Hari ini seharusnya Ilham dan keluarganya datang untuk mengkhitbah  Dede. Hari ini seharusnya rombongan berangkat dengan wajah berseri.  Namun, Allah membuat rencana yang sangat berbeda. Ilham yang semalam  penuh diliputi senyum simpul, kini banyak menunduk dan beristighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh  siapa sangka, lamaran kali ini gagal. Dede, sang aktivis dakwah yang  telah menjual diri dan jiwanya untuk berjihad fii sabiilillah, pulang ke  rumah orang tuanya, bukan untuk dilamar, melainkan untuk dimakamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir  Allah terjadi atasnya. Selama ini ia giat berdakwah di sebuah desa  tertinggal. Desa yang dahulu nyaris kehilangan keislamannya, bergairah  kembali dengan pembinaan rutin dari Dede dan kawan-kawannya. Rupanya,  hal itu tidak disenangi oleh misionaris yang selama ini hampir berhasil  memurtadkan penduduk desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dibunuh, dalam perjalanannya  sepulang dari baksos di desa itu. Dan ia dibunuh, karena mempertahankan  akidahnya. Karena mereka tidak berhasil memaksanya untuk menukar  keyakinannya dan meninggalkan aktivitas dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham  tercenung menatap tanah merah basah di pekuburan itu. Di dalamnya  bersemayam jasad sang mujahidah. Bidadari yang hendak disuntingnya.  Semilir angin menghembuskan wangi kesturi, wangi para syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  desahnya ia bergumam,&lt;br /&gt;“Kau ternyata wanita agung. Kau lebih mulia  daripada bidadari. Seorang Ilham tak diizinkan Allah untuk sekedar  mengkhitbahmu, apalagi memilikimu. Maafkan aku, yang dulu sempat sombong  terhadapmu.” Wajahnya tertunduk dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanallah… aku tak  mengira bahwa kau adalah bidadari yang diturunkan Allah untukku. Allah  menurunkanmu bukan untuk kumiliki, tetapi untuk menegurku dari segala  kesombongan.” Gumamnya penuh penyesalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-3601390808400143978?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/3601390808400143978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/menangislah-karena-bidadari-itu-terlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/3601390808400143978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/3601390808400143978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/menangislah-karena-bidadari-itu-terlalu.html' title='Menangislah, Karena Bidadari Itu Terlalu Mulia Untukku...'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-7276404518466303126</id><published>2009-11-29T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T17:48:32.331-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>didedikasikan untuk my beloved papa..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang  bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar  negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang  tuanya.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lalu bagaimana dengan Papa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu  setiap hari,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk  menelponmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu  bercerita atau berdongeng,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah  Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau  lakukan seharian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di  sepedamu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda  bantunya" ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi sadarkah kamu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu  mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI  BISA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru,  Mama menatapmu iba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi  tidak sekarang"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi  anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit  membentak dengan berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa  bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa  berharga..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting  pintu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah  Mama....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak  dalam batinnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS  menjagamu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke  rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia....  :')&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua  di ruang tamu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan  untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam  malamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu  pulang dengan hati yang sangat khawatir...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras  dan Papa memarahimu.. .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan  segera datang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang  Dokter atau Insinyur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata  hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak  sesuai dengan keinginan Papa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa harus melepasmu di bandara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu  untuk berhati-hati. .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan  menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi  dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,  orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama  dengan teman-temannya yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa  tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti  Papa belikan untukmu".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya  tersenyum?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang  tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada  Papa untuk mengambilmu darinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena Papa tahu.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan akhirnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki  yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum  bahagia....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang  panggung sebentar, dan menangis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah  selesai dengan baik....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang  cantik....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya  yang sesekali datang untuk menjenguk...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari  bahaya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa telah menyelesaikan tugasnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA"  dalam segala hal..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;yang masih punya papa sayangi papa,dan berjuang untuk terus  membahagiakan beliau.amin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-7276404518466303126?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/7276404518466303126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/didedikasikan-untuk-my-beloved-papa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/7276404518466303126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/7276404518466303126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/didedikasikan-untuk-my-beloved-papa.html' title='didedikasikan untuk my beloved papa..'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-4867848133044826061</id><published>2009-11-29T17:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T17:26:39.904-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Tangisan sebagai tanda kelemahan?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"kata ayah slalu, airmata itu adalah tanda kelemahan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;potongan lirik  lagu the lucky laki tersebut sangatlah benar,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;jikaaa kita merasakan  bahwa kita adalah hambaNya yang sangat lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tak ada tempat  bergantung, memohon, mengadu dan berharap selain padaNya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi,  airmata kita ini seringkali keluar jika menghadapi berbagai cobaan.  Bukankah musibah2 yang Alloh berikan itu adalah nikmat? Dengan  diberikannya kita berbagai cobaan, maka Alloh akan menghapus dosa2 kita.  Lalu mengapa kita menangis dan mengeluh?? Ya itu karena kita masih  kurang memahami akan hal ini.. Bahwa Alloh sangat mencintai kita..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Disamping  itu, seseorang juga paling mudah mengeluarkan airmata jika "disakiti"  oleh kekasihnya. Coba kita lihat, di mana2 airmata dengan mudahnya  mengalir membasahi pipi, menghabiskan tissue cuma hanya karena merasa  kecewa dengan sang kekasih. Apa yang telah sang kekasih itu berikan??  Apakah dia yang memberikan kamu mata hingga bisa melihat, telinga untuk  mendengar, serta nikmat2 lainnya?? Kenapa harus merasa sedih dan kecewa  ditinggal olehnya? Apa dia yang akan menjagamu setiap saat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sungguh  malang orang yang berpikiran kritis seperti itu. Lalu apakah dia juga  ingin mengingkari nikmat2 Alloh yang lain??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Qurthubi berkata:  cucuran air mata tergantung apa yang seorang hamba rasakan. Jika timbul  karena rasa tunduk kepada keperkasaan Allah maka hal itu menjadi tangis  karena takut kepada-Nya, dan jika timbul karena mengagumi dan  mengharapkan keindahan-Nya maka hal ini karena rindu kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu,  apakah hati kita tak tersentuh dan merasa takut saat mendengarkan ayat2  suci Al-Quran, yg tak ada sama skali keraguan dalamnya?? Saat membaca  atau mendengar cerita2 tentang hari kiamat dan adzabNya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Allah  memuji orang yang menangis karena takut siksa-Nya dengan menjamin  keamanan baginya. Mereka tersungkur dan bersujud seraya mencucurkan air  mata karena perasaan tunduk dan patuh kepada Allah. Mereka mendengar  ayat dengan sikap mengagungkan sehingga memberi pengaruh dalam jiwanya  berupa iman, harapan, rasa takut, yang kesemuanya mengharuskan menangis  serta memohon ampun kepada Robb semesta alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Adz-Dzahabi  berkata: “Fatah al-Maushili adalah orang yang banyak menangis karena  takut kepada Allah. Dia pernah melihat asap dan jilatan api berkobar di  kegelapan malam, lalu ia pun pingsan. Setelah sadar ia berkata: “aku  teringat seakan-akan asap neraka jahannam datang menjemputku”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-4867848133044826061?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/4867848133044826061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/tangisan-sebagai-tanda-kelemahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/4867848133044826061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/4867848133044826061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/tangisan-sebagai-tanda-kelemahan.html' title='Tangisan sebagai tanda kelemahan?'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-6395145279275272652</id><published>2009-11-29T08:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T15:01:21.505-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Berprasangka Buruk Dan Mencari Kesalahan Orang Lain = Membuka Aib Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai manusia pada umumnya, pasti mempunyai kesalahan dan juga  memiliki aib yang harus ditutup tutupi, namun kebanyakan diantara  manusia itu sendiri banyak sekali yang selalu memperguncingkan bahkan  mengolok-olokan aib dari orang lain, padahal apa yang mereka  perbincangkan tidak lebih buruk dari aibnya sendiri. Dan apabila  seseorang dari kalian sangat suka sekali dengan membukakan aib orang  lain, maka disamping Allah swt akan membukakan aibnya sendiri, juga  siksa yang teramat pedih akan ditimpakan pada mereka di dunia dan  akhirat nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Allah berfirman di dalam al-Qur’an surah  Al-Hujuraat: 12,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah  kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah  dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Sukakah salah  seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah menjadi  bangkai? Maka, tentulah kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah,  sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasulullah  bersabda, “Barangsiapa yang mencari-cari keburukan saudaranya maka  Allah pasti mencari-cari kesalahannya dan barangsiapa yang mencari-cari  keburukan saudaranya nescaya Allah akan membuka keaibannya sekalipun  -keaiban itu- di dalam rumahnya sendiri.” (Hadits riwayat: at-Tirmidhi  dan Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan peringatan Allah SWT di dalam al-Qur’an itu  adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan  yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi  mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.” (Surah an-Nuur: 19)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Na'uzubillah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berburuk  sangka (su’uzhan) pada orang lain akan membuat hati kita capek dan  busuk. Begitu juga akan dapat memengaruhi cara berpikir, cara bersikap,  dan cara mengambil suatu keputusan. Selain merusak hati, su’uzhan juga  akan melenyapkan kebahagiaan, merusak akhlaq dan akan menodai kedudukan  kita di sisi Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika kita sadar bahwa su’uzhan itu buruk  akibatnya, maka mengapa kita tidak berbaik sangka (husnuzhan) saja  kepada orang lain?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-6395145279275272652?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/6395145279275272652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/berprasangka-buruk-dan-mencari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/6395145279275272652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/6395145279275272652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/berprasangka-buruk-dan-mencari.html' title='Berprasangka Buruk Dan Mencari Kesalahan Orang Lain = Membuka Aib Sendiri'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3899212836497535602.post-3147886572527784156</id><published>2009-11-29T07:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T15:01:53.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Malu Dong Sama Laba-laba</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__C0FZZWMkqY/SxKX1GXQ_FI/AAAAAAAAAAM/IuzD2jreg1w/s1600/goofy_spider_with_web.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 182px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__C0FZZWMkqY/SxKX1GXQ_FI/AAAAAAAAAAM/IuzD2jreg1w/s200/goofy_spider_with_web.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409553040922442834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Pada suatu sore, tampak seorang pemuda tengah berada di  sebuah taman umum. Dari raut wajahnya terlihat kesedihan, kekecewaan, dan rasa frustasi. Dia terlihat berjalan  dengan kepala tertunduk lesu.&lt;br /&gt;Sebentar-sebentar ia duduk dan menghela nafas panjang.&lt;br /&gt;Kegiatannya itu dilakukannya berkali-kali, seakan dia tidak tau apa yang  hendak dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pikirannya sedang menerawang entah kemana, tiba-tiba pandangannya  terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di  ranting pohon tempat ia duduk.&lt;br /&gt;Dengan perasaan kesal, ia pun kemudian iseng mengambil sebatang ranting  dan merusak sarang tersebut tanpa rasa ampun.&lt;br /&gt;Seusai melepaskan kekesalannya, perhatian pemuda itu teralih sementara  untuk mengamati kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah  sarangnya hancur oleh tangan isengnya.&lt;br /&gt;Apakah laba laba trsebuat kan lari terbirit-birit atau dia akan membuat  kembali sarangnya di tempat lain.&lt;br /&gt;Rasa penasaran itu rupanya segera mendapat jawaban.&lt;br /&gt;Tak lama, si laba laba tampak mulai kembali ke tempatnya semula.&lt;br /&gt;Laba-Laba itu mulai mengulangi kegiatan yang sama, merayap, merajut dan  melompat.&lt;br /&gt;Setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar  dan tanpa kenal lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan  semangat penuh untuk memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali si  pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk yang  kadua kalinya.&lt;br /&gt;Dengan perasaan puas namun penuh rasa ingin tahu, diamati ulah si  laba-laba. Apa gerangan yang akan dilakukannya setelah sarangnya dirusak  untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, untuk ketiga kalinya, laba-laba itu mengulangi kegiatannya,  kembali memulai dari awal.&lt;br /&gt;Dengan bersemangat merayap, merajut dan melompat dengan setiap helai  benang yang dihasilkan dari tubuhnya.&lt;br /&gt;Laba-laba itu memintal kembali sarangnya sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat dan mengamati ulah laba-laba tersebut dalam membangun  sarang yang telah hancur untuk ke tiga kalinya, saat itu juga si pemuda  tersadarkan.&lt;br /&gt;Tidak peduli beapa kali sarang nya dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu  pula laba-laba itu membangun sarangnya kembali.&lt;br /&gt;Semangat binatang yang begitu kecil dengan giat bekerja tanpa mengenal  lelah telah membuka mata si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menimbulkan perasaan malu dirinya karena dia baru saja mengalami  satu kali kegagalan lalu sudah menyerah dan putus asa.&lt;br /&gt;lalu sang pemuda pun berjanji dalam hati untuk berjuang dengan lebih  lagi dan siap menghadapi kegagalan yang menghadang.&lt;br /&gt;Segera si pemuda bangkit dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi  tanpa putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengalami kegagalan bukan berarti kita harus menyerah  apalagi putus asa. Sebab sebenarnya dengan kegagalan itu berarti kita  bisa instopeksi diri dan mengevaluasi setiap kesalahan yang telah kita  perbuatan agar tidak terulang lagi di kemudian hari nanti agar menjadi  lebih baik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;sumber : 18 wisdom &amp;amp; success AW&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3899212836497535602-3147886572527784156?l=warnaku-duniaku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/feeds/3147886572527784156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/malu-dong-sama-laba-laba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/3147886572527784156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3899212836497535602/posts/default/3147886572527784156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warnaku-duniaku.blogspot.com/2009/11/malu-dong-sama-laba-laba.html' title='Malu Dong Sama Laba-laba'/><author><name>macan putih mungil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09006916064414189766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__C0FZZWMkqY/SxKX1GXQ_FI/AAAAAAAAAAM/IuzD2jreg1w/s72-c/goofy_spider_with_web.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
